Anon Kuncoro

17 Nop 2008 21:03:03

Suharto layak diberi gelar pahlawan

 Akhir-akhir ini sedang marak tentang masalah pemberian gelar pahlawan bagi almarhum Suharto, mantan Presiden Republik Indonesia. Bahkan situs detik.com membuat pooling SMS tentang layak tidaknya Suharto diberi gelar pahlawan. Bahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam iklan politiknya di televisi telah memajang nama Suharto sebagai salah satu deretan guru bangsa dan pahlawan bangsa. Bahkan banyak pihak yang berpendapat bahwa iklan PKS tersebut kontroversial.

Terlepas dari pro dan kontra tantang hal ini, saya secara pribadi sangat mendukung pemberian gelar pahlawan bagi Suharto. Terlepas dari baik dan buruknya selama masa pemerintahan beliau. Karena Suharto pun punya banyak jasa kepada bangsa ini, begitu juga mantan Presiden Republik Indonesia seperti Soekarno. Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa yang telah berhasil memimpin bangsa Indonesia ini. Baik Soekarno dan Suharto merupakan figur putra bangsa membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik pada jamannya. Soekarno pernah membawa bangsa ini terlepas dari belenggu penjajahan. Suharto pada awal pemerintahanya pernah membawa bangsa menjadi "gemah ripah loh jinawi", berkecukupan sandang dan pangan. Hal ini tidak bisa terlepas dari kenyataan bahwa beliau adalah juga manusia biasa yang mempunyai banyak kelemahan dan kesalahan juga.

Pada masanya Soekarno pernah dibanggakan dan dielu-elukan oleh rakyat Indonesia dan pada akkhir pemerintahannya beliau juga banyak di tentang karena beberapa kebijakan yang telah dibuat. Begitu juga Suharto, pada masanya beliau pernah dibanggakan dan dipuja. Setelah itu pada akhir pemerintahannya harus "lengser" karena didemo oleh mahasiswa.

Sebagai bangsa yang bijak kita seharusnya dapat menghargai para mantan pemimpin bangsanya. Terlepas dari baik dan buruk apa yang telah diperbuat pada masa pemerintahanya. Karena tanpa ridho dari Tuhan Yang Maha Esa meraka juga tidak akan dapat menjadi presiden negara ini.


Post Comment

Name

E-mail

Comments





Anon Kuncoro W.
Anon Kuncoro W.

Tuliskanlah komentar pada artikel yang Anda baca agar lebih berkesan. Terima kasih

Post