Anon Kuncoro

02 Feb 2009 18:43:54

Susunan dan Pemerintahan pada Kesultanan Buton

Pada masa pemerintahan kesultanan Buton terdapat susunan dan organisasi pemerintahan yang kurang lebih sebagai berikut:

  1. Sultan adalah raja dari kesultanan Buton
  2. Sara adalah pendukung utama Sultan. Sara dalam artinya sebagai Majelis Kerajaan. Dilihat dari  pembagian hak dan kewajiban anggota-anggota majelis serta dipandang dari segi kedudukan jabatannya, maka keanggotaan majelis terdiri dari:
    1. Pangka :
      Terdiri dari  Sapati, Kenipulu, Kapitalao (2 orang), Bonto Ogena (2 orang yaitu: Matanaeo dan Sukanaeo)
    2. Bonto Siolimbona :
      Terdiri dari 9 orang Bonto yaitu: Bontona Peropa, Bontona Baaluwu, Bontona Gundu Gundu, Bontona Barang Katopa, Bontona Siompu, Bontona Wandailolo, Bontona Rakian dan Bontona Melai.

 

Sedangkan hak dan kewajiban mereka adalah sebagai berikut:

  1. Sultan, pada pokoknya memegang kebijaksanaan dan keadilan teratas dalam rangka kemaslahatan umum rakyat lahir dan batin. Jadi Sultan adalah pimpinan tertinggi kemasyarakatan dan keagamaan.
  2. Pangka:
    1. Sapati yang hanya berpegang teguh pada prinsip, yaitu segala sesuatu dijalankan dan dilaksanakan sesuai majelis yang telah ditetapkan sebagai perwujudan keadilan pemerintah dan menjalankan perintah. Prinsip tersebut dijalankan untuk mengadili perkara-perkara yang bertalian dengan piutang negeri (karimbi), memberhentikan seorang pejabat dari jabatannya (pasabu), penyitaan (pomurusi), mencabut hak-hak orang yang bersalah sesuai dengan tingkat kesalahannya terhadap kerajaan (papasi), pelaksanaan hukuman mati (pekamate). Bertanggung jawab atas pelaksanaan keamanan istana (kamali), masjid (masigi), gedung musyawarah (baruga), benteng keratin, bahtera, tiang bendera kesultanan dan penjagaan keamanan secara umum.
    2. Kanepulu bertugas untuk memperhatikan dan mengamati situasi politik (muuna tana) dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Sapati.
    3. Lakina Sorawolio dan Lakina Baadia berkedudukan sebagai pangka dengan kekuasaan memimpin daerah khusus yaitu Sorawolio dan Baadia.
    4. Kapitalao adalah pimpinan angkatan perang.
    5. Bonto Ogena bertalian erat dengan Sapati bertugas mengurus dan menyelenggrakan pendapatan kerajaan berupa sumbangan wajib dari tiap-tiap kadie (bagian wilayah kecil), mengadakan dan pengedaran mata uang kerajaan, tempat bertanya untuk masyarakat dan tempat meminta ijin bagi rakyat.
  3. Bonto Siolimbona bertugas untuk mengetahui  dan memahami seluruh ketentuan kerajaan, seluk beluk dan masalah keturunan, adat istiadat dan lain-lain. Membantu permasalahan Sultan, Pangka dan kekuatan-kekuatan social masyarakat, utamanya berperan dalam pencalonan dan pelantikan Sultan. 

 

  1. Bonto-bonto lainnya terdiri dari:

 

    1. Bonto Yi Nunca, selaku petugas umum dalam istana. Tugas sehari-hari dijalankan oleh Bontona Gampikoro. Bonto Yi Nunca terdiri dari: Bontona Date, Bontona Katapi, Bontona Waberongalu, Bontona Kalau, Bontona Wajo, Bontona Sombamarusu, Bontona Litao, Bontona Tanailandu, Bontona Galampa, Bontona Gampikaro Mataneo dan Bontona Gampikaro Sukanaeo.
    2. Bopntona Lencinakanjawari, selaku petugas khusus terdiri dari Bontona Silea, Bontona Jawa, Bontona Lanto, Bontona Waborobo, Bontona Lantengau, Bontona Pada, Bontona Kancodaa dan Bontona Barangka.
      Seluruh jabatan Bonto termasuk Bonto Ogena berjumlah 30 orang.

Seluruh jabatan Bonto termasuk Bonto Ogena berjumlah 30 orang.

 

  1. Bobato adalah semacam "raja-raja kecil" yang ditempatkan di kadie-kadie tertentu dan bila diperlukan. Melakukan tugas khusus sebagai utusan kerajaan atau memimpin lascar-laskar rakyat dalam pertempuran. Bobato pada awalnya berjumlah 40 orang, kemudian menjadi 66 orang dan pada akhirnya menjadi 65 orang.
  2. Aparat-aparat lainnya adalah :
    1. Jurubasa, bertugas menjadi juru bahasa (penerjemah) dan sebagai telinga, mata, lidah dan dinding dari Sultan. Atau disebut juga dalam bahasa Wolio adalah atalinga, amata, adela, arindi.
    2. Sabandara, bertugas sebagai pengawas pelabuhan.
    3. Talombo, bertugas sebagai pembantu khusus Bonto Ogena dalam hal pengumuman penting.
    4. Pengalasa, bertugas sebagai pembantu khusus Bonto Ogena dalam hal yang berhubungan dengan pendapatan dan lain-lain.

 

Sarana Hukuman

Merupakan sebuah badan yang terdiri dari Lakina Agama yang berfungsi mengadili dan menyelesaikan perselisihan masyarakat dibidang keagamaan.

Yang terdiri atas:

  • Imam (1 orang), selaku pimpinan agama bidang ibadah.
  • Khatib (4 orang)
  • Moji (10 orang)
  • Mokimu (40 orang)
  • Tungguna Ganda (4 orang)

 

Sarana Kadie
Adalah mejelis pemerintahan di wilayah-wilayah kecil (kadie). Pimpinan majelis ini disebut Bonto dan ada juga yang disebut Parabela. Anggota majelis ini disebut wait, akanamia dan kaosa.

Tiap kadie mempunyai pejabat-pejabat agama yang dipimpin oleh Imam yang dibantu oleh Khatib, Moji dan Mokimu. Pada tiap-tiap kadie ditempatkan seorang pejabat kerajaan yang terdiri dari Bonto atau Bobato yang bertugas sebagai Tunggu-Tunggu (pelaksana kekuasaan pemerintah kerajaan).

 

Pemerintahan Barata

Barata dalam arti politis adalah kerajaan-kerajaan sekitar yang berdiri sendiri didalam lingkungan kesultanan Buton yang terdiri dari:

  • Kerajaan Muna
  • Kerajaan Tiworo
  • Kerajaan Kulisusu
  • Kerajaan Kaledupa

Yang masing-masing mempunyai pemerintahan sendiri-sendiri. Hubungan dengan kesultanan Buton bersifat tradisional dan diatur berdasarkan kesepakatan bersama. Pengaturan terakhir dilakukan pada masa Sultan Qaimuddin Muhammad Idrus bersama dengan raja-raja masing-masing kerajaan diatas yang disebut dengan Sarana Barata. Kesepakatan ini ditandantangani oleh Sultan Qaimuddin Muhammad Idrus, Sapati La Tobelo, Kenipulu Lako Sarana, Kapitalao Latia dan Ismail, Ismail (Raja Muna), Muhammad (Raja Tiworo), Lamanja (Raja Kulissusu), Adam (Raja Kaledupa), Bonto Ogena Matanaeo Laperopa, Bonto Ogena Sukanaeo, Haji Abdul Rachim. Penandatanganan kesepakatan ini pada tahun 1257.

 

Daftar Pustaka:

Buku "Dokumenta DPRD Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara 1977-1982" milik H.Arumi.

20 Feb 2009 10:30:58   unggun
numpang ijin tuk copas :)

21 Feb 2009 19:50:51   Anon Kuncoro Widigdo
Silahkan pak, dengan senang hati boleh di copas. Salam kenal dari saya.

14 Mar 2009 14:43:41   syifa
minta izin tuk copas. dan saya ucapkan banyak terima kasih atas data-datanya..

14 Mar 2009 14:44:32   syifa
minta izin tuk copas. dan saya ucapkan banyak terima kasih atas data-datanya..

01 Apr 2009 11:37:40   mark
Ada tidak data tentang Bontona Jawa, Terima Kasih

16 Mei 2009 14:26:50   eddie mae
permisi numpang copas, thanks...

25 Sep 2009 00:08:45   amal
Mas, tolong kalo punya data tentang Bontona Kadolo. Konon eliau punya istana di sekitar kampung "palatiga" Kel. Bukit Wolio Indah sekarang. Trims atas bantuannya.

20 Okt 2009 17:25:44   Mymank Mananti
MAz,,tolong bikin juga cerita tentang Bone-Bone

23 Des 2009 18:59:10   wa ode nurhayati
izin copas ya... tarima kasih mpuu tuk infonya,,, kalo bisa bikin tentang sistem kepercayaan masyarakat kesultanan buton, sejarah bahasanya de el el...

05 Jan 2010 14:36:25   online
Terima kasih untuk blog yang menarik

Post Comment

Name

E-mail

Comments





Anon Kuncoro W.
Anon Kuncoro W.

Tuliskanlah komentar pada artikel yang Anda baca agar lebih berkesan. Terima kasih

Post