Anon Kuncoro

02 Feb 2009 18:44:55

Kisah cerita daerah Buton layak diangkat ke layar kaca.

Kita perhatikan selama ini di layar kaca televisi telah dipenuhi cerita-cerita sinetron yang bertemakan keadaerahan bersifat film bergenre laga seperti Misteri Gunung Merapi (Mak Lampir vs Sembara), Tutur Tinular (Arya Kamandanu), Saur Sepuh (Brama Kumbara). Tetapi sayangnya dari sekian banyak cerita tersebut didominasi oleh cerita-cerita daerah dari Jawa dan Sumatera. Bahkan cerita-cerita yang bertemakan Islam juga masih didominasi oleh tokoh-tokoh Islam yang menyebarkan di tanah Jawa. Kita bisa melihat film sebangsa Walisongo, Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar.

 

Setelah saya membaca beberapa literatur yang berkisah tentang kerajaan Buton hingga kesultanan Buton, maka saya berpikir cerita tersebut tidak kalah seru untuk diangkat ke layar kaca sebagai sinetron bergenre film laga. Atau bahkan diangkat ke layar lebar. Hal ini untuk menambah keragaman cerita-cerita film yang selama ini terkesan itu-itu saja.

 

Kita bisa melihat kisah-kisah dari daerah Buton yang kalau diangkat ke layar kaca sebagai sinetron maka tidak akan kalah seru dan menarik. Kisah-kisah tersebut diantaranya.

 

Kisah asal mula kerajaan Buton

Anda bisa bayangkan serunya jika kisah ini diangkat menjadi sebuah serial sinetron yang mengisahkan kedatangan "Mia Patamiana" yaitu Sipanjonga dan kawan-kawan hingga sampai di tanah Buton. Serta datangnya Dungku Cangia (keturunan China dari kerajaan Mongol) ke tanah Buton dan bertemu dengan para "Mia Patamiana". Yang dibumbui oleh adegan laga antara Dungku Cangia dengan Sijawangkati dalam perebutan daerah kekuasaan, serta berbagai "gesekan" politik dan "deal" politik antara Limbo waktu itu.

Hingga peristiwa ditemukannya Wa Kaa Kaa (Wa Kaka) yang kemudian menjadi raja Buton pertama. Tidak lupa juga dibumbui oleh kisah-kisah romantis percintaan Wa Kaa Kaa dengan Sibatara yang kemudian menjadi suaminya.

Apabila kita dapat membayangkan cerita ini tidak akan kalah serunya dengan cerita sinetron Tutur Tinular, Saur Sepuh bahkan sinetron Laksamana Cheng Ho.

 

Kisah Syekh Abdul Wahid

Bila ingin cerita yang bertemakan Islam, cerita yang layak diangkat adalah kisah Syekh Abdul Wahid dalam menyebarkan Islam di tanah Buton. Karena bila dilihat kisah perjalanan Syekh Abdul Wahid ini merupakan "Walisongo-nya" tanah Buton. Bagaimana kisah beliau memberikan syiar Islam kepada Lakilaponto yang akhirnya menjadi Sultan Murhum setelah masuk agama Islam.

Sebelumnya kisah ini bisa diawali oleh kisah penumpasan bajak laut La Bolontio oleh Lakilaponto. Dalam kisah ini akan lebih menarik karena akan ditampilkan adegan laga pertarungan antara Lakilaponto dan La Bolontio di pinggir pantai. Mereka berdua akan bertarung dengan mengeluarkan jurus silat dan kesaktianya. Hasil akhir film ini saya yakin tidak kalah menarik dibandingkan dengan film Walisongo yang mengisahkan syiar Islam di tanah Jawa.

 

 

Kisah perlawanan rakyat Buton terdahap penjajah Belanda

Cerita jenis heroik (kepahlawanan) akan dapat membakar jiwa nasionalisme dan kebangsaan para pemuda Buton saat ini. Jika diceritakan kisah kepahlawanan Oputa Yi Koo (Sultan Himayatuddin / La Karambau) dalam melawan Belanda sekitar tahun 1755. Serta perlawanan rakyat yang dipimpin oleh La Ode Boha untuk melawan kezaliman bangsa penjajah Belanda.  

Bila cerita ini diangkat menjadi film atau cerita sinetron akan menjadi kisah yang sangat bagus dan tidak kalah dengan cerita kepahlawanan Pangeran Diponegoro di Jawa.

 

Melihat beberapa gambaran diatas perlulah kiranya para sineas tanah air lebih jeli dan mau melirik kisah-kisah lain selain dari Jawa sebagai alternatif dalam penggarapan ceritanya. Dengan demikian akan semakin memperkaya jenis film di tanah air ini. 

 

Dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah kota Bau-Bau ataupun kabupaten Buton untuk mencari nara sumber yang terpercaya dalam penggarapan alur ceritanya sehingga lepas dari alur cerita asli.

 

Saya pribadi sangat yakin bila kisah-kisah tersebut diangkat menjadi sebuah film atau sinetron akan sangat menarik sekali.

05 Feb 2009 07:41:32   ali imran marikar
saya pikir, mengapa tidak kita menampilkan cerita kerajaan buton ke layar kaca. Kita tahu bahwa tanah buton penuh dengan sejarah, kembali lagi kepada sdm nya mampu tidak gagasan / ide dari anan direalisasikan. Saya bangga terhadap anan karena dengan idenya ini semoga sejarah buton dapat dikenal dimasyarakat . salam dari imran marikar di makassar selamat berjuang

05 Feb 2009 13:14:12   Farid T_K_J
sya Setuju dgn Pendapat Saudara.apa Lagi Buton Juga Terkenal Dengan Kesaktianx.mungkin saja dengan adanya film tersebut bisa menambah rasa cinta terhdap Adat Istiadat,Budaya,sehingga Agama Dan Adat dapat berjalan Seimbang.

20 Feb 2009 10:29:30   unggun
salam kenal..saya baru bikin blog dan mencoba mengumpul sejumlah artikel tentang Buton..jika punya waktu silahkan ke http://gundala69.wordpress.com/

22 Feb 2009 06:51:55   Hendra
Yoi......... Good luck.

28 Mar 2009 14:36:46   putra buton
saya sepakat dengan anda tpi yng menjadi permaslahannya adalah siapa yang mampu jalankan itu, sedangkan yang dapat kita lihat sekarang bagaiman putra & putri Buton yang semakin terkikis kedaerahannnya akbat globalisasi yg tdkterkendali.

10 Apr 2009 13:56:19   miana wolio
putra putri buton memang diambang degradasi nilai budaya, sosial, bahkan keagamaan.. salut atas usaha anda membangkitkan nilai2 luhur budaya buton..

22 Agu 2009 06:41:00   LANDOKE LIWUTO
Saya sangat mendukung apabila sejarah kerajaan buton di muat dan disusun untuk tampilkan dalam betuk film, sinetron maupun di layar lebar,agar masyarakat buton bangga karna selama ini sejarah buton tidak pernah nampak atau masuk dalam sejarah nasional,seperti sejarah kerajaan kerajaan lainnya di indonesia.

22 Agu 2009 07:11:21   LANDOKE LIWUTO
Saya sangat mendukung apabila sejarah kerajaan buton di muat dan disusun untuk tampilkan dalam betuk film, sinetron maupun di layar lebar,agar masyarakat buton bangga karna selama ini sejarah buton tidak pernah nampak atau masuk dalam sejarah nasional,seperti sejarah kerajaan kerajaan lainnya di indonesia.

09 Sep 2009 22:06:42   
untuk mengangkat kembeli film2 nasional yang lagi bangkit.. saya rasa pembuatan film segment sejarah kedaerahan sperti sejarah buton akan menambah khasana budaya nasional.. sekaligus membakitkan kembali rasa nasionalsisme terhadap budaya yang mulai terkikis oleh arus globalisasi.

26 Jan 2010 10:27:00   reza
anda sangat hebatttttttttt

10 Feb 2010 23:46:41   ALIFI
saya sangat setuju dengan niat saudara semoga niat anda ter-realisasi dengan cepat....karena budaya buton perlu disebar luaskan dengan sederetan budaya yang unik dan indah yg ada di buton

Post Comment

Name

E-mail

Comments





Anon Kuncoro W.
Anon Kuncoro W.

Tuliskanlah komentar pada artikel yang Anda baca agar lebih berkesan. Terima kasih

Post