Jembatan Buton Muna (Buton Muna Bridge)
Jembatan Buton Muna ( Buton Muna Bridge )Setelah membaca artikel yang berjudul "Buah pikiran MZ. Amirul Tamim, M.Si: Impian Merekat Pulau Buton dan Muna ".
Tentang sebuah wacana membuat sebuah jembatan untuk menghubungkan pulau Buton dan pulau Muna. Karena selama ini sarana transportasi yang menghubungkan kedua buah pulau tersebut hanya melalui kapal fery. Hal ini mirip sekali dengan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang menghubungkan kota Surabaya (pulau Jawa) dengan pulau Madura. Jika jembatan Suramadu panjangnya sekitar 3.276 meter dengan lebar 30 meter, maka jembatan yang akan menghubungkan pulau Buton dan Muna jauh lebih pendek. Berarti hal itu makin dapat diwujudkan bagi segi biaya ataupun teknis.
Gambar 1
Dengan bantuan aplikasi Google Earth saya akan mencoba menganalisa dan mencari kemungkinan tempat lokasi terdekat untuk dibangunn jembatan yang akan menghubungkan pulau Buton dan pulau Muna.
Gambar 1 tersebut diatas adalah gambar pulau Buton dan pulau Muna yang diambil dari aplikasi Google.Earth. Jika kita melakukan zooming kita akan mendapatkan lokasi titik terdekat yang akan menghubungkan pulau Buton dan Muna.
Gambar 2
Coba Anda perhatikan jarak pada titik yang ditunjukkan oleh gambar 3 adalah sangat dekat untuk menghubungkan pulau Buton dan pulau Muna.Bahkan lebih dekat pulau Buton ke pulau Muna, daripada pulau Buton ke pulau Makassar!
Kemudian saya akan mencoba mencari jarak titik tersebut ke pulau Muna. Dari hasil menarik sebuah garis lurus antara sebuah titik di pulau Buton dan sebuah titik di pulau Muna dengan menggunakan fasilitas Ruler yang ada pada aplikasi Google Earth maka dapat diketahui jarak antara kedua titik tersebut 0,63 kilometer atau 630 meter. Cukup dekat ternyata!
Dengan demikian proyek pembangunan jembatan pulau Buton dan pulau Muna sangat mungkin terwujud dari segi jarak yang tidak jauh tersebut. Dengan terhubungnya kedua pulau tersebut maka pembangunan di Buton dan Muna akan semakin maju. Roda perekenomian akan semakin meningkat dengan adanya infrastruktur jembatan itu. Ikatan persaudaraan rumpun budaya Buton dan Muna akan semakin dekat. Karena memang sejak zaman kerajaan dan kesultanan dulu memang telah terjalin dengan baik.
Ini adalah sebuah analisa saya dengan bantuan sarana Teknologi Informasi untuk ide dan wacana dari walikota Bau-Bau Bapak MZ. Amirul Tamim, M.Si pada artikel:
http://majalahsemerbak.wordpress.com/2009/03/24/buah-pikiran-mz-amirul-tamim-msi
Insya Allah semoga terwujud...
09 Apr 2009 10:12:05 Hendra ioe, coba itu jembatan so ada jd torang bisa menyeberang t batunggu feri lagi.... | |
09 Apr 2009 21:22:15 Labolontio Ada yang kurang mas datavolume kendaraan yang menyebrang lewat fery perhari di bandingka dengan biaya proyek dlm jangka panjang dan pendek gimana.? yang lainnya lagi berapa cost /biaya yang dikeluarkan setiap kendaraan yang melintas jembatan tersebut karena untk mencapai kota bau-bau dri jembatan tsb lumayan jaug dan jalan melingkar dan cukup sulit di banding dg biaya penyeberangan ferry dr wamengkoli dan waktu tempuh tentunya. tidak cuku dengan niat sajatapi hitung analisis industrinya mas... Salam | |
11 Apr 2009 19:47:40 ade semoga cepat ditindaklanjuti amin.... | |
22 Apr 2009 20:13:32 Lahardi Pikiran2 seperti di atas memang harus diwujudkan. Sy yakin banyak kalangan masyarakat Buton yg sudah memikirkan pula hal tsb (terlebih buat mereka yg punya niatan untuk jadi kepala daerah), cuman nda diekpose saja. Tapi, buat walikota saat ini, saya sarankan lebih baik fokus ke hal2 yg sederhana saja dulu. Utamanya: pemenuhan hak2 dasar masyarkat! Saya heran, masa 7 tahun kepemimpinan nda bisa memenuhi kebutuhan (ini hak masyarakat lho..!!) air bersih masyarakat?! Parah euy... Masalah air bersih hanya 1 contoh saja. Masih banyak lagi hal2 sederhana lainnya yg sy pandang kelemahan (sy pake kata "kelemahan", bukan "kegagalan", demi alasan sopan santun...). Seorang kepala daerah yg baik & berhasil harusnya sadar untuk melayani hak2 masyarakat. Lagian, jabatan adalah: amanah! Di "mata" agama, pertanggungjawabannya sangat2 berat euy... Semoga kita bisa berbuat yg terbaik, amin yaa ALLAH... Salam, Lahardi -independent geologist- | |
22 Apr 2009 20:17:05 Lahardi Pikiran2 seperti di atas memang harus diwujudkan. Sy yakin banyak kalangan masyarakat Buton yg sudah memikirkan pula hal tsb (terlebih buat mereka yg punya niatan untuk jadi kepala daerah), cuman nda diekpose saja. Tapi, buat walikota saat ini, saya sarankan lebih baik fokus ke hal2 yg sederhana saja dulu. Utamanya: pemenuhan hak2 dasar masyarkat! Saya heran, masa 7 tahun kepemimpinan nda bisa memenuhi kebutuhan (ini hak masyarakat lho..!!) air bersih masyarakat?! Parah euy... Masalah air bersih hanya 1 contoh saja. Masih banyak lagi hal2 sederhana lainnya yg sy pandang kelemahan (sy pake kata "kelemahan", bukan "kegagalan", demi alasan sopan santun...). Seorang kepala daerah yg baik & berhasil harusnya sadar untuk melayani hak2 masyarakat. Lagian, jabatan adalah: amanah! Di "mata" agama, pertanggungjawabannya sangat2 berat euy... Semoga kita bisa berbuat yg terbaik, amin yaa ALLAH... Salam, Lahardi -independent geologist- | |
24 Apr 2009 11:50:56 zhamalck Sedikit berkomentar ya... Menambahkan komen dari bung labolontio,upaya pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna membutuhkan analisis yg relatif kompleks.Sudah sejauh mana dilakukan kajian awal mengenai mega proyek ini?Kami menyebutnya mega proyek bukan menunjuk pada besaran anggaran tapi lebih tertuju pada bgmn struktur ruang secara fisik dan sosial yg terbentuk pasca pembangunan jembatan.Harga itu yg mesti kta bayar mahal dan cenderung luput dari perhatian.Kita dpt memahami mgkn didlm benak pak walikota dlm kapasitasnya sbg seorang planner sdh mempunyai beberapa skenario utk pembangunan jembatan pnghubung ini.Namun dalam analisa kasar kami jika format rencana diarahkan pada mencari jarak terdekat maka palabusa adalah lokasi yg mgkn dituju sehingga Kec. Bungi dan sekitarnya akan kehilangan fungsinya sbg BWK 5 krn perubahan fungsi lahan yg mgkn terjadi. Satu hal,jembatan yg akan dibangun bukan lah jembatan penghubung antar wilayah dalam satu kota/kabupaten melainkan jembatan penghubung antar kota/kabupaten dlm 1 provinsi.Karenanya ke-2 fihak Kota Bau-Bau dan Kabupaten Buton dengan difasilitasi oleh gubernur mestinya duduk bersama dlm membicarakan rencana ini.Pertanyaannya adakah kemauan diantara kedua pemimpin kita ini??Semoga.. | |
22 Mei 2009 10:57:29 Albutuuni Salut jika dapat diwujudkan & jika tidak adalah kegagagalan besar karena sudah terlanjur diwacanakan. Teruskan!!! | |
14 Jun 2009 13:41:47 hasrudin ya tingkatkan pembangunan di buton dan di muna agar kita tidakkalah saing.surabaya madura punya suramadu kalu buton muna punya jembatan wolio-wuna | |
14 Jun 2009 13:42:28 hasrudin ya tingkatkan pembangunan di buton dan di muna agar kita tidakkalah saing.surabaya madura punya suramadu kalu buton muna punya jembatan wolio-wuna | |
17 Jun 2009 16:14:24 migel alomso coba diketahui berapa kilometer antara pulau buton dengan muna | |
10 Jul 2009 00:39:26 muhammad musa maju trus buton-muna smoga menjadi yang terbaik |

Wah semoga cepat terwujud neh om,,,menyebalkan kalau harus nunggu fery buat nyebrang,apalagi kalau dah malam,nyewa speed baoat muahalnya rek minta ampun,kalau dah ada jembatan kan enak,,,