Anon Kuncoro

05 Apr 2009 11:12:03

Babi NO, Khamer YES, Zina OH... YESSS...

 

Dua orang pemuda sedang menikmati liburannya di Bali yang terkenal sebagai pulau Dewata terkenal di penjuru dunia kerindahannya. Karena baru pertama kali mereka menginjakkan kaki di Bali (kacian deh...).

 

Pada suatu siang yang sangat terik,setalah lelah berjalan-jalan menikmati wisata, perut mereka berdua seakan "berteriak" minta makan, rasa lapar dan haus mengausai pikiran mereka saat itu. Karena di Bali sebagian besar "Non Muslim" maka banyak sekali dipinggir-pinggir jalan terdapat warung makan yang menjual beraneka masakan khas bali yang berbahan dari hewan babi, misalnya babi guling, babi betutu, babi kecap dll (hmmm....enak kali ya makanan-makanan ini).

 

Amin : wah makan apa nih bro, semua warung menjual makanan babi
Amat : iya nih, kita pesan saja nasi ayam goreng diwarung itu
Amin : ah jangan! meskipun kita makan ayam goreng, tapi tempat penggorengannya bekas masak babi. Tetap HARAM !!
Amat : iya betul...

 

Mereka berdua kemudian berjalan mencari tempat makan lain dan akhirnya menemukan sebuah restoran cepat saji berlambang huruf M. Mereka berdua makan ditempat itu.

 

Sampai malam pun tiba, suasana pulau Bali bertambah indah. Berbagai hiburan malam mengisi setiap sudut kota. Hingar bingar musik "ajeb... ajeb..." terdengar dari dalam kafe terdengar sampai diujung jalan. Puluhan manusia hilir mudik keluar masuk kafe. Dihiasi pemandangan "indah", banyak cewek lokal maupun bule berpakaian minimalis.

Amin : asik man... keren banget
Amat : memang Bali gak ada matinya bro...

Mereka kemudian masuk kedalam salah satu kafe yang ada disudut jalan. Tempat tersebut memang terlihat lebih rame dari yang lain. Setelah masuk kedalam mereka berdua terlarut dalam dentuman musik "ajeb... ajeb..." yang menghentak. "ampuunnnn ..... Dee Jay...."
Setelah lelah bergoyang di "dance floor" mereka mancari tempat duduk yang terletak dipinggir tangga karena terlihat agak remang.

Amat : lo mo minum apa?
Amin : gue contru saja man
Amat : kalo gue mau coba arak bali, katanya orang enak banget

 

Tak lama kemudian kedua minuman itu tersaji di meja mereka. Sedikit demi sedikit minuman itu diminum disela-sela mengisi percakapan mereka. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 01.30. Mereka mulai beranjak keluar dari kafe itu.

Amin : ah asik banget, so.. kita langsung pulang ke hotel?
Amat : hm... iya sih, tapi lebih asik lagi kalo kita bawa "selimut" dari sini
Amin : tuh di ujung sana, kayaknya cakep-cakep.
Amat : benar bro, satunya putih dan yang satunya lagi hitam manis. oh... dada ama pantatnya gak nahan....
Amin : hahaha... coba sana lo samperin

 

Setelah terjadi percakapan kecil antara seorang pemuda dengan beberapa wanita itu, tak lama kemudian kedua pemuda itu ditemani dua orang wanita tadi meninggalkan tempat manaiki taksi menuju hotel. Hanya dinding kamar hotel dan kasur yang menjadi saksi bisu apa yang dilakukan mereka melawati malam.

Perhatian:
Mohon maaf bila terdapat kesamamaan nama dan tempat, tulisan ini hanya fiktif belaka.


07 Apr 2009 20:26:31   elenk
Bos,username n password, keanggotaanku di blog ini soalnya saya lupa email dan password waktu daftar di blog ini. alamat url blogku http://www.palagimata.com/blog/odex. tolong kirimkan di laodemamanagustin@yahoo.co.id. Tenx before

14 Mei 2009 22:27:17   quest...
this article for trafic only.... good strategy

Post Comment

Name

E-mail

Comments





Anon Kuncoro W.
Anon Kuncoro W.

Tuliskanlah komentar pada artikel yang Anda baca agar lebih berkesan. Terima kasih

Post